Gowa — Upaya pengembangan pertanian berkelanjutan di lingkungan sekolah terus didorong melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di MTs Hizbul Wathan Belapuranga, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini mengusung tema pengembangan model pertanian berkelanjutan melalui integrasi teknologi akuaponik dan budidaya nila, sebagai bentuk penerapan inovasi yang memadukan budidaya ikan dan sayuran dalam satu sistem terpadu. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian yang didanai melalui Program Hibah RisetMu Tahun 2025.

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh potensi besar yang dimiliki mitra, yakni MTs Hizbul Wathan, yang selama ini telah mengembangkan unit usaha budidaya ikan nila dan budidaya sayuran di lingkungan sekolah. Namun, pengelolaan budidaya sayuran sebelumnya masih dilakukan secara konvensional sehingga hasilnya belum optimal. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdi menghadirkan solusi melalui penerapan sistem akuaponik yang mengintegrasikan kolam ikan nila dengan media tanam sayuran.

Melalui kegiatan ini, telah berhasil dibangun 1 unit instalasi akuaponik di lingkungan sekolah. Instalasi tersebut dimanfaatkan untuk menanam beberapa jenis sayuran daun, yaitu selada. Kehadiran unit akuaponik ini diharapkan menjadi sarana produksi sekaligus media pembelajaran bagi guru dan siswa dalam memahami praktik pertanian modern yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan air serta lahan.

MTs Hizbul Wathan Kembangkan Pertanian Berkelanjutan melalui Sistem Akuaponik dan Budidaya Nila
MTs Hizbul Wathan Kembangkan Pertanian Berkelanjutan melalui Sistem Akuaponik dan Budidaya Nila

Sistem akuaponik yang diterapkan memanfaatkan limbah organik dari budidaya ikan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Sebaliknya, tanaman berfungsi membantu menyaring air sehingga kualitas air bagi ikan tetap terjaga. Dengan prinsip tersebut, akuaponik menjadi salah satu model pertanian berkelanjutan yang tidak hanya produktif, tetapi juga edukatif dan ekonomis. Proposal kegiatan ini memang dirancang untuk menjawab kebutuhan mitra pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran secara bertahap.

Selain pembangunan instalasi, kegiatan pengabdian juga memberi ruang bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra, khususnya guru dan siswa, dalam mengelola budidaya terpadu antara ikan dan tanaman. Keterlibatan mitra secara aktif dalam proses pelaksanaan menjadi bagian penting dari program, sehingga hasil kegiatan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memperkuat pembelajaran kontekstual dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan sekolah.

MTs Hizbul Wathan Kembangkan Pertanian Berkelanjutan melalui Sistem Akuaponik dan Budidaya Nila

Ketua tim pengabdi menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun unit usaha sekolah yang lebih produktif dan berkelanjutan. Ke depan, instalasi akuaponik yang telah dibangun dapat terus dikembangkan, baik dari sisi jumlah unit, ragam komoditas, maupun penguatan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Program ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Melalui pendekatan pengabdian yang aplikatif, sekolah tidak hanya memperoleh teknologi tepat guna, tetapi juga pengalaman nyata dalam mengelola pertanian terpadu yang mendukung pendidikan, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas dukungan pendanaan melalui Program Hibah RisetMu Tahun 2025, sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *